Benar kata Mbak Lusi Tris, menjadi bloger di Indonesia itu melelahkan. Semua ditanggung sendiri, mulai dari pengerjaan konten artikel, searching pasar pengunjung blog, sampai promosi tulisan terbaru, semua dilakukan sendiri. Tetapi ini hobi yang ingin terus saya kembangkan. Meski terkadang hayati lelah ditambah baper melihat teman-teman berangkat ke Jogja Desember nanti, dan saya.. Gara-gara hp tertinggal di rumah dan ketika mendapati 10 panggilan tak terjawab dari nomor yang sama dengan nomor yang memanggil teman-teman, secara alamiah saya tereliminasi sebagai kandidat. Alhamdulillah, berarti Allah merencanakan sesuatu yang besar untuk saya dan dan teman-teman yang tereliminasi juga.
Ngeblog ini merupakan hobi yang menyenangkan untuk saya, setidaknya untuk melawan lupa.
Kadar hormon estrogen yang konstan pada laki-laki menjadi faktor kaum Adam mengalami demensia lebih lambat. That’s why, dengan menuliskan jurnal harian di blog setidaknya sebagai salah satu pencegahan untuk melawan lupa, atau yang lebih menakutkan lagi Alzheimer.
Berbeda lagi dengan Mak Handayani Abd. Widiatmoko atau kami biasa menyapanya Mak Hani, dengan ngeblog banyak manfaat yang bisa diperoleh, salah satunya untuk berbagi kebaikan melalui blog. Memang dengan menuliskan pengalaman kita sehari-hari setidaknya dapat membantu orang-orang yang sedang mengalami masalah hal yang serupa. Secara sadar tidak sadar bila tulisan kita dirasakan bermanfaat bagi para pembaca, tulisan kita akan menjadi ladang pahala terus menerus. Ngeblog sebagai ladang amal jariyah. Subhanallah..
Tetapi saya kemudian tersipu sendiri, apakah tulisan saya selama ini sudah bermanfaat untuk para pembaca, entah itu berupa informasi, edukasi ataupun hiburan.
Melihat bounce rate yang semakin hari semakin menggendut, saya seperti terpapar sinar X lalu menjadi delusional. Sepertinya tulisan saya kurang menarik bagi pembaca. Selama ini saya mengabaikan kepuasan konsumen saya. Duh Gusti.. Hingga ada seseorang baik mengatakan ini di statusnya, maaf ya Mbak Wit, saya pinjam kata-katanya.
I know it is your blog, however, your post is a content right? So, write it correctly
- Rahayu Pawitri
Setelah membaca berulang kali tulisan saya yang kemarin-kemarin, “ah iya juga ini kalau saya memposisikan diri sebagai pembaca, saya paling hanya baca point-pointnya, it is not interesting at all.”
Ada banyak kesalahan yang menurut saya sangat rawan dilakukan oleh saya sendiri sebagai pemula. Apa saja kesalahan yang rawan dilakukan dalam menulis konten artikel.
1| Mengabaikan Outline
This is my blog, jadi terserah gue mau nulis cem apa.
Sampai detik terakhir ini, saya sering berpikir seperti cara di atas, yang penting blog update setiap harinya. Oh.. Really? Lalu panik saat prosentase bounce rate semakin membesar mendekati angka 100%.
Percayalah, konten di blog ini hampir 95% ditulis saya sendiri, jikapun copas hanya di bagian tertentu dengan tetap mencantumkan penulis.
Seringnya saya menulis ya tulis saja, tanpa outline. Mengalir begitu saja seperti aliran sungai Bengawan Solo, mengalir deras saat kata-kata di kepala berloncatan ingin segera masuk ke dalam tulisan.
Sampai ada seseorang sahabat yang mengatakan pada saya, tulisan saya seringkali melompat dari tema, mbeleber tumpah ke mana-mana. Iya karena saya jarang menggunakan outline. Bilapun niat menggunakan outline, hanya digunakan ketika sedang menghadapi UAS lomba blog.
Bila pemerhati artikel sejati, pasti beda kan antara tulisan review drakor dan tulisan untuk lomba blog? Iya karena untuk review drakor saya menulis seperti sedang melaju di jalan tol, wuss wuss tidak terstruktur dari arah mana mau ke mana.
Artikel kali ini saya tulis menggunakan outline. Beda?
2| Alur Kurang Jelas
Kekuatan sebuah artikel didasarkan pada kerangkanya. Bila kerangka sudah jelas, otomatis tulisan juga tidak akan lari ke mana-mana.
Makanya alur utama pun juga harus lebih jelas terlebih dahulu sebelum outline dibuat.
Penting dibuat alur yang jelas karena sebuah konten kudu efektif. Siapa pembaca yang dibidik dan kata mana yang perlu ditulis secara jelas dan umum.
Ingatan saya kembali terulang pada masa-masa sekolah saat pelajaran Bahasa Indonesia, saat itu pembahasan tentang kalimat efektif yang intinya adalah membuang kata-kata yang tidak perlu sehingga tidak boros kalimat tetapi penyampaiannya jelas.
3| Artikel Kurang Dalam
Tambahan tugas seorang bloger yang belum disebutkan di atas adalah tugas blogwalking ke blog teman-teman yang lain. Bisa saja kita meminta bantuan jasa blogwalking untuk mendapatkan trafik ke blog kita tetapi apa kita bisa mendapat ilmu jika kita membayar jasa blogwalking?
Bila memungkinkan saya memilih blogwalking sendiri karena dengan begitu saya bisa menyerap banyak ilmu, termasuk tentang ilmu kepenulisan.
Sedikit banyak, saya bisa mencicipi artikel A rasanya manis, artikel B rasanya kurang asin atau artikel C rasanya terlalu pedas untuk lidah saya.
Sehingga sedikit demi sedikit, dengan blogwalking semoga cara menulis saya juga bisa membaik sedikit demi sedikit. Practice make a perfect, rite?
Artikel panjang dengan barisan kata 800 - 2.000 kata insya Allah bisa menaikkan bounce rate, tetapi bila artikel panjang kurang berbobot isinya dan kurang dalam pengkajiannya apakah lebih menarik ketimbang artikel dengan panjang 500 kata saja? Entahlah, silakan dinilai sendiri-sendiri.
Bagi saya, artikel panjang dengan pengkajian riset yang mendalam dan sarat makna jauh lebih menarik daripada 500 kata yang terkesan dibuat “asal jadi”. Apalagi bila artikel itu hangat dan renyah seperti singkong goreng madu yang disajikan hangat-hangat. Pernah kan melihat artikel yang disusun seperti itu. Kapan kita bisa seperti itu, eh kita? Saya saja dink.
Ya, ya, ya saya termasuk yang sering membuat 500 kata dibuat asal jadi, lalu kemudian sadar betapa ruginya diri ini duh Gusti..
4| Penyajian Kurang Menarik
Artikel panjang terasa lebih nikmat bila disajikan bersama teh hangat manis gambar/video/animasi penunjang. Sudah capek-capek nulis lalu pengunjung merasa lelah dengan hanya melihat tulisan langsung tutup tab, pernah? Pernah dong. Pernah jadi pelakunya maksudnya.
Penting bagi saya menampilkan setidaknya minimal satu gambar untuk terbit di tulisan saya. Syukur-syukur jika bisa menampilkan video atau animasi di blog ini juga. Next project. Semoga bisa.
5| Kurang Melakukan Riset Keyword
Sudah memanfaatkan webmaster gratisan dari google? Iya sebagai bloger Indonesia tugas yang satu ini memang melelahkan apalagi kalau belum pernah mendalami pelajaran riset operasi. Webmaster membantu kita mendapatkan kata kunci yang sering dibidik dari blog kita. Sudah mengoptimasi kata kunci tersebut? Saya baru akan.
Sebenarnya kesalahan-kesalahan di atas adalah kesalahan saya sendiri selama menjadi penulis di blog saya sendiri. Blog ini milik saya sendiri, tetapi konten tetap harus diutamakan apalagi google sekarang lebih mengutamakan user experience bukan lagi backlink juga tidak lagi berfokus tulisan yang full keyword. Please, cara itu sudah sedikit kuno untuk lagi dilakukan. Zzz..





Saya masih banyak kurangnya nih.. Terutama jumlah kata, jarang..jarang banget saya cek ada berapa kata...
BalasHapusBerapa pun jumlah kata asal berisi mah nggak masalah atuh Mbak Irly 😊
Hapuswalah saya ga pernah mikirin itu semua mba mungkin saya kurang minum air putih rajinnya air kobokan wkwkwk *semangat y mba Ran mari ttp nulis tiada meski dan embel2
BalasHapus✊ fighting! Aku juga lagi butuh ini
Hapuskalau riset keyword udah ga aku lakuin lagi hahaha. karena biasanay malah jadi ngilangin ide yg udah tumpah ruah
BalasHapusIya aku juga belum kepikiran, kayaknya kurang pas sama yang ingin dikembangkan ya
HapusSaya baru tau klo ada jasa blogwalking, mba... Ada aja ya bisnis jaman sekarang. Klo saya mending yg organik2 aja deh. Termasuk cara kita ngeblog dan menulis. Bener tuh, practice make perfect..
BalasHapusNice share, mba ;)
Hehe aku juga kaget mbak, tapi lumayan lah kalau butuh cuma ya itu ya, kita jadi kurang ilmu sendiri
HapusSepertinya semua.kesalahan di atas aku lakukan semua deh mba Rani hehe #tutupmuka masih semau aku aja nulisnya, jadi ya gitu, alurnya ngga jelas punya aku mah ngalor ngidul xixixi
BalasHapusMulai sekarang hayuk dibenahi sama-sama biar lebih profesional
HapusSaya belum pernah melakukan riset keyword, gimana caranya Mak?
BalasHapusPake tools dari webmaster Mak
HapusMulai sekarang mau nulis pake outline ah.. :D
BalasHapusidem juga ah :p
HapusSaya jg lebih suka BW sendiri, lbh akrab dan bisa jd kenal sama tmn2 blogger
BalasHapusTFS :)
iya mbak Hamsa. Agar lebih meresap ilmu juga..
HapusMasih suka mengabaikan outline XD kadang suka pede aja tuh, ntr juga bakalan 5W+1H. Padahal setelah posting, dbaca2 lg eh masih kurang, wkwk..
BalasHapushahaha duhh.. saya mah outline dulu aja lah dilunasi baru mikir 5W+1H
HapusThankyu mbaaaaakkk....
BalasHapusNoted :)
sama-sama bumiiil.. thanks for stop by
Hapusjasa blogwalking??? OMG, ada ya mbak :D... aku baru tau... tapi ga tertariklah gunain ini.. lah wong aku memang hobinya BW ke blog temen2, apalagi yg kontentnya memang bgs dan aku suka... justru baca blog temen2 lain itu, kyk obat yg bisa ngilangin jenuh :D.. makanya aku slalu sempetin sehari lbh dr 15 BW..
BalasHapuskalo poin2 yg lain, di atas, jujurnya aku jg ga terlalu ngikutin sih mbak... mungkin tulisanku jg blm sempurna, foto2 masih biasa, tapi aku slalu serius utk nulis dan cari bahan postingan.. jd ga pgn jg dibikin asal jadi :).. toh blog ini buatku kayak anak yg hrs dibesarin baik2 ;p
Aku kalau nulis konten di blog nggak pernah pake outline. Kalau outline, aku lebih sering makenya kalau lagi nulis cerita fiksi. Riset keyword juga nggak pernah aku lakuin XD
BalasHapusBlogwalking juga blogwalking sendiri. Nggak pake jasa apapun. Soalnya modal dari mana coba mau pake jasa itu? :')
Makasi mbk tulisannya bermanfaat sekali. Aku bgt deh semua itu, maklum mbk, lg pemula bgt, tulisan juga baru bbrp aja, makasi ilmunya y mbk ;)
BalasHapusOutline masih sering buat, Mbak. Apalagi buat lomba. Yihaaaa..ketahuan. Tapi, sebelum aku publish, artikelku tak baca sampai berkali-kali dengan bersuara. Kalau sudah klop baru tak publish. Aku baca lagi. Beberapa kemudian tak baca lagi.
BalasHapusThanks Mbk tipsnya. Bagus banget
BalasHapusMakasih sharingnya, Mak... :)
BalasHapusPoin terakhir saya jarang lakukan.. karena saya ingin menulis apa yang ingin ditulis.. tanpa riset segala macem.. takut ide nya mandeg di center road
BalasHapusDuh jleb jleb ini... Saya nulis asal saja yg ada di kepala. Smg saya bs juga menerapkan tips2 ini
BalasHapusmenurutku blogmu ttp blogmu... jadilah diri sendiri.g perlu lirik org lain. dan buat sasaran pembaca lebih luasin bukan target yg bw tp yg butuh tulisanmu. ada? pasti ada ^^ .cemungut ya kakaaak
BalasHapusMhhh kok saya saya bnyak bnaget yaaa hahahah soalnya saya kalau nulis kyk air bah banjirrrr kemana-mana hahahha
BalasHapusHalo Mbak Rani, salam kenal ya :D
BalasHapusMasih harus belajar lagi nih, tulisan saya masih acak-acakan hihihi.
Seandainya ya aku punya editor khusus blog, betapa mudahnya hidup. Hehehe...
BalasHapusAkupun belum (sama sekali) bisa nulis seperti poin2 diatas dan lbh sering merasa intro artikel aku terlalu panjang. Zzzzzz
Gimana atuh ya supaya artikel yang dibuat langsung tepat sasaran ke poin utama tanpa intro yang melebar? *garukgarukkepala*
Mwahhahahaha.. kesindir setengah mati, sebenernya aku juga bukan blogger pemula, tapi aku juga gak merhatiin hal hal kayak gitu di blog personal, malah gak ngurusin yang namanya bounch rate sama sekali, intinya gak ambil pusing haha
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusBermanfaat sekali... ^^ Thanks yaa... ada beberapa poin yang sudah kulakukan dan ternyata ada beberapa poin yang nggak kepikiran hahaa.. jadi pengen coba di post berikutnya ^^
BalasHapussaya mah apa atuh. nulis 500 kata aja udah girang banget. 1.000 kata dah ngos-ngosan.
BalasHapusbelum lagi kedalaman tulisan. ke mana ya dia perginya? hihihi...
tapi kalau soal keyword saya kok ga begitu khawatir ya mbak. asal udah ditulis sepenuh hati dan diusahakan semaksimalnya, ya udah. insya Alloh tulisan itu akan menemukan pembacanya.
yg nomor 4 saya juga termasuk pelaku. tp saya memang cepet bosen baca artikel yg kepanjangaaaaaaan. makanya jd terbiasa bikin yg pendek2. plus, saya jg termasuk yg suka piknik kemana2 kl kepanjangan... Thanks for the tips ^_^
BalasHapushai Mak...sharingnya keren. Saya baru mulai belajar nih ttg keywords. Berhubung masih bingung, yawda nulis mah nulis aja. Malah suka minder kalo bw, temen2 yg komen banyak...Sukses blognya yah...
BalasHapushiks, aku masih begitu, kudu bebenah nih, tengkiu sharenya ya mbk
BalasHapusKAMU KOK KEREN BANGET..
BalasHapusAKU SEMAKIN MERASA.. SEPERTI.. KENTUT KEBO..
GEDE NAMUN TAK BERISI *apa sik
KAMU KOK KEREN BANGET..
BalasHapusAKU SEMAKIN MERASA.. SEPERTI.. KENTUT KEBO..
GEDE NAMUN TAK BERISI *apa sik
Menulis pakai outline itu biar alurnya terarah, poin yang mau dibahas itu jelas, gak ke sana-kemari macam cari alamat palsu #eh hehehe
BalasHapusMemang benar blog kita sendiri, tapi blog kan kayak rumah pengin dong resik, perabotan tertata apik biar pengunjung betah dan nyaman. Begitu pula dengan tulisan. Jika tulisan runtut, apa yang mau dibahas itu jelas, ada foto dan video, kan pembaca betah, ditandai dan bakal balik lagi. Bounce rate turun, pv bisa meningkat. Even kita menulis curhatan, ya alur waktu diruntutkan biar pembaca gak mengernyit dalam terus bingung lalu ilang arah *kompas mana kompas heheheh...
Menulis itu seni juga kok.. ;) dalam menulis kita kan berbagi..
Untuk keyword, err maksudnya keyword planner yak? Udah nemu keyword terus ilangin ide, wah kalo saya sih malah tertantang bikin konten yang menarik dengan adanya keyword hehehe... Keyword ini membantu banget loh untuk artikel everlasting. Kan gak pengin tuh yang di pejwan artikel 'sampah' ya makanya diganti dengan artikel bermanfaat dengan memasukkan keyword tepat. ^.^ *imo yak...
Semangaaat terus untuk belajar dan menulis ^.^