Peran Ayah dalam Pengasuhan untuk Membangkitkan Fitrah Seksual Anak

[RESUME] Peran Ayah dalam Pengasuhan untuk Membangkitkan Fitrah Seksual Anak

Pertanyaan:
1. Rani R - Kudus

Mbak, ini kan disebutkan bahwa peran Ayah sangat penting dalam menumbuhkan peran fitrah seksualitas. Tetapi, dalam lingkungan yang saya kenal, meskipun peran ayahnya sudah dekat dengan anak-anak, tetapi, entah mengapa anak laki-laki tetap suka melihat hal-hal yang berbau pornografi (tetapi dalam hal ini, konteksnya hanya melihat ya dan alhamdulillah tidak sampai melakukan).

Jawaban dan Tanggapan:

Mbak Lia:
Kedekatan ayah dan anak belum menjamin sudah tertunaikannya peran ayah secara paripurna, mba Rani. Ada dua kemungkinan dalam kasus diatas:
1. Ayah dan anak dekat. Namun sang ayah tidak menunaikan perannya secara benar.
Contoh: Ada kerabat saya yang anak perempuannya sangat dekat dengn ayahnya. Namun tetap terjerumus pada pergaulan bebas dan berakhir dengan hamil di luar nikah. Ternyata setelah didalami, sang Ayah tidak menjalankan peran the person of "tega"
Jadi anak tidak pernah diingatkan apakah yang dilakukannya salah atau benar. Selama ini ayah selalu menuruti keinginan anak perempuannya.

2. Ayah sudah melakukan perannya secara paripurna, akan tetapi anak masih menyimpang. Ini mengingatkan ayat-ayat suci Alquran dimana ada 4 macam tipe kedudukan anak dalam hubungannya dengan orang tuanya, yaitu:
- anak sebagai ujian
- anak sebagai perhiasan dunia
- anak sebagai penyejuk hati
- anak sebagai musuh

Kalau sudah seperti ini, semisal kedudukan anak sebagai ujian atau bahkan musuh, sudah sebaik apapun peran yang dilakukan ayah, maka anak tetap tidak bisa diajak pada kebenaran.😅

Untuk kasus mba Rani di atas, mungkin ke depannya ayah bisa mencari sebab apa yang membuat anak masih suka melihat hal-hal yang berbau pornografi.
Apakah karena salah pergaulan dengan teman-temannya. Apakah memang di rumah diberikan fasilitas yang memungkinkan untuk menjangkau hal-hal tersebut. Atau ayah dan anak memang sama-sama suka melihat bersama. 🙈😂* Hehe semoga saja tidak.
Setelah diketahui apa sebab mulanya, Ayah sesegera mungkin wajib mencarikan solusinya. Entah dengan membantu mengalihkan anak dengan kegiatan positif agar tidak kecanduan pada hal-hal berbau pornografi atau dengan solusi lainnya yang tentu saja sesuai dengan kondisi real anak yang bersangkutan.

Mbak Ety: Sedikit menambahkan. Mungkin peran ayah disini bukan the person of tega tapi sebagai penegak aturan.
Bisa jd ayah dekat tapi tanpa aturan yg ia tegakkan. Sehingga anak "lari" dari rumah. Maksudnya di rumah anak terlihat baik, diluar berbuat maksiat. Naudzubillah.
Bersyukur jika kita dapati anak kita nakal didepan ortu berarti itu karakter dia, utk usia blm baligh.

Ayah jadilah cinta pertama untuk anak perempuanmu
Begitu pun ibu cinta pertama utk anak laki-laki nya

Aturan yg ditegakkan dg tarbiyah Jinsiyah.

2. Ria

Di usia 0-2th apa yg bisa ayah lakukan dalam pengasuhan yg kaitannya dgn menumbuhkan fitrah seksualitas? Terima kasih.

Jawaban:
Untuk anak tahapan usia 0-2 th peran ibulah yang lebih banyak dilakukan. Karena memang pada tahap ini adalah tahap mengASIhi untuk anak yang boleh dikatakan masih bayi.

Apakah ayah sama sekali tidak berperan? Tetap berperan, tapi dengan porsi berbeda dari ibu.
Ayah bisa membantu atau mensupport ibu dalam 2 tahun melakukan peran pentingnya ketika menyusui.

Seperti memberikan nafkah halal pada keluarga. Hal ini sangat penting karena makanan yang nantinya dikonsumsi si ibu, akan dialirkan pada anak melalui air susu. Air susu ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan kepribadian anak.

Ayah juga bisa meringankan ibu dalam menjalankan tugas mengurus rumah, sehingga ibu bisa menyusui anak dengan bahagia tidak terlalu letih dengan urusan domestik. Ayah juga diharapkan lebih bersabar ketika jam malam begadang dan berkenan bergantian dengan ibu untuk menjaga buah hati.

Tidak menghukum anak kecil, tidak membentaknya, bersabar ketika menghadapi kerewelan anak, bersikap lembut penuh kasih sayang, bermain bercanda dan bernyanyi bersama anak-anak.

Itulah beberapa peran yang bisa ayah lakukan dalam pengasuhan anak 0-2 tahun.

3. Ety

Mengingat peran ayah begitu fundamental namun msh banyak para ayah yang belum mau terlibat pendidikan rumahan. Jd mungkin ada pengalaman bgmn spy para ayah open minded dlm hal ini ?
Mengingat beliau-beliau ini karakternya tidak mau digurui, sementara si istri  tahu sendiri... cerewet. Tujuannya open minded eh malah jd perang dunia ke3.
Terimakasih sebelumnya.

Jawaban:
Sharing aja ya bu...soalnya saya sendiri juga punya pengalaman akan hal ini. Entah ini bisa menjawab pertanyaan atau tidak. Dulu saya mengalami hal seperti ini. Suami yang sedikit kurang peduli dengan pendidikan di rumah. Semua di serahkan ke ibu atau istri. Hal pertama yang saya lakukan adalah mengajaknya diskusi untuk menyamakan persepsi, tujuan dan keinginan saya atas bagaimana pola asuh dan pendidikan yang saya inginkan. Kedua mungkin karena kami ini sepantaran jadi agak susah untuk menyakinkan satu sama lain, alhasil saya ajak ia ikut workshop parenting. Dari situlah titik balik suami saya untuk open minded dan lebih peduli dengan pendidikan dan pola asuh anaknya. Jadi ga ngasal dan kami punya tujuan yang sama dalam mendidik anak.

Tanggapan:
Mbak Yunika: Mbak.. tahap diskusi dg ayah berapa lama ya...
Saya kok sudah mengajak papanya anak2 ikut dalam komunitas parenting.. ikut diskusi dan sharing juga.. tp kok  masih belum on ya dalam peran pendidikan ke anak🤭

Mbak Roik: Ini pengalaman pribadi saya mbak. Berkali2 mbak kita diskusi. Bahkan di keluarga kecil kami ada budaya diskusi. Ini hampir tiap malem. Menjelang tidur biasanya. Sekalian sounding ke anak2.

Mbak Lia: Setidaknya kita sudah ikhtiar mba Yunikaa, selalu libatkan paksu 🤗

Hal yang sama aku lakukan kok, jadi awal bilang "pak ada buku bagus" nyodorin buku FBE. Rada cuek, eh tetiba entah ada angin dari mana. "Bu beli buku FBE ini bagus"

Nah lho akhirnya kita samasama gabung di FBE dan yang baca buku FBE yang tebel itu suami 😆

#curcol

Mbak Ety: Coba resep : servis suami, insyaa'Allah 20.000 kata istri akan masuk ke hati dan pikirannya. Krn hanya ada aku dan kamu.

Pengalaman klo diskusi dan ngajakin workshop saja kurang mantul. sy merasa suami ikut Krn ingin nyenengke istri.

Mbak Yunika: Saya belikan bukunya ust aad..  #menjadi ayah pendidik peradaban#.. saya dah lama selesai bacanya.. paksu belum baca juga😭😭

Mbak Emma; Dibaca in aja mbak..wkwkwk 🤭. Sambil ngobrol malam2. Macam ndongengin bocah. Satu topik dulu. Mgkin ngaruh...



4. Fika

1. Bagaimana ayah memaksimalkan perannya dalam membangkitkan fitrah seksual? Contoh Hal-hal  sederhana apa yang bisa ayah lakukan?
2. Bagaimana dengan hubungan jarak jauh antara anak dengan ayah?

Jawaban:
1. Untuk tahapan anak usia 0-2 tahun sudah dijelaskan diatas bahwa anak didekatkan pada ibu karena masih dalam tahap menyusu.
Untuk tahapan 3-6 tahun, tahap penguatan konsepsi gender dengan imaji positif tentang gendernya masing-masing. Baik anak laki maupun perempuan harus didekatkan dengan ayah dan ibunya. Ayah bisa mencontohkan bagaimana bersikap, berbicara dan berpakaian sesuai gendernya. Sehingga anak bisa paham dan di usia tersebut anak bisa mengatakan dengan jelas juga bangga bahwa "saya laki-laki" atau "saya perempuan"
Untuk tahapan usia 7-10 tahun, ayah bisa memberikan teladan pada anak laki-laki yang telah ajeg konsep kelelakiannya pada usia 0-6 tahun.
Misal ayah memberikan waktu lebih untuk sering bermain dengan anak lelakinya, mengajak ke masjid untuk sholat berjamaah, ayah juga penting untuk menjadi yang pertama dalam menjelaskan pada anak laki-lakinya tentang bagaimana cara mandi wajib serta apa konsekuensinya memiliki sperma bagi seorang lelaki.
Di tahapan usia 11-14 tahun, ayah lebih dekat perannya dengan anak perempuan. Ayah mengajarkan tentang bagaimana pola pikir dan pola sikap laki-laki. Sehingga kelak ketika anak perempuannya berumahtangga dan kelak memiliki anak laki-laki, anak perempuan itu sudah tahu bagaimana menjalankan perannya. Ayah harus mampu menjadi minimal standard baik bagi anak perempuan, sehingga anak perempuannya tidak mudah jatuh pada rayuan sembarang pria.

Bisa ditambah teman-teman yang lain untuk ayah agar maksimal perannya dalam pengasuhan agar fitrah seksualitas anak bisa terjaga dan tersemai dengan baik😁

2. Untuk ayah yang LDR yaa bisa sering video call, seakan ayah ada di sekitar kita. Dengan kecanggihan tekhnologi sekarang terasa lebih dekat dan mudah 🤗

Atau bisa juga hadirkan sosok pengganti ayah, misal kakek, paman atau minta tolong sahabat yang kita kenal. Seperti cerita nabi Beliay tidak pernah kehilangan sosok ayah / ibu karena ada sosok pengganti.

Tanggapan:
Mbak Fika: Anakku laki2 tiga2 nyaa.. Dan saat ini lagi LDR an sama ayahnya..
Brti lbh tepat ayah nya yaa yang menerangkan tentang bagian tubuh mereka.  Dan di usia 7 tahun sudah tepat waktunya yaa mba?

Mbak Roik: Menurut saya aktivitas apa saja boleh terpenting menunjukkan identitas kegiatan laki2

Mbak Lia: Ketika usia 7 - 10 tahun, anak lelaki lebih didekatkan kepada ayah, karena di usia ini ego sentrisnya mereda bergeser ke sosio sentris, mereka sudah punya tanggungjawab moral, kemudian di saat yang sama ada perintah Sholat.

Maka bagi para ayah, tuntun anak untuk memahami peran sosialnya, diantaranya adalah sholat berjamaah, berkomunikasi secara terbuka, bermain dan bercengkrama akrab dengan ayah sebagai aspek pembelajaran untuk bersikap dan bersosial kelak, serta menghayati peran kelelakian dan peran keayahan di pentas sosial lainnya.

Wahai para Ayah, jadikanlah lisan anda sakti dalam narasi kepemimpinan dan cinta, jadikanlah tangan anda sakti dalam urusan kelelakian dan keayahan. Ayah harus jadi lelaki pertama yang dikenang anak anak lelakinya dalam peran seksualitas kelelakiannya. Ayah pula yang menjelaskan pada anak lelakinya tatacara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma bagi seorang lelaki.

Kurang lebih intinya lebih cocok ayah yang menerangkan mbak Fika, terkadang kita yang jadi Ibu agak bingung menerangkan krn tidak mengalami 🤭
Nah utk itu mungkin pas Ayah free bisa VC lalu biar kan anak berduaan sama Ayah biarkan mereka dengan dunia lelakinya 🤭


5. Cindy

Ini lho ttg contoh peran ayah pada anak perempuan umur 11-14th donk... punya anak perempuan itu sesuatu bgt ya... Ara termasuk tipe yg lengket bgt sama bpknya. dijelasin ini itu sama ibuknya tu kadang cuek aja. baru diliatin bapaknya agak tajem dikit gitu langsung dleweran. habis itu, "
Maaf bapak, Ara janji gak ngulangin lg" katanya. 🤭

Bagaimana dengan contoh lain peran ayah pada anak perempuan umur 11-14th?

Jawaban:
Waa kak Ara sudah sesuai dengan teknis membangunkan fitrah seksualitas anak mbak Cindy 😍

Dalam pendidikan fitrah seksualitas, di tahap usia 10-14 tahun, anak lelaki didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan ke ayah. Apa maknanya?

Anak lelaki didekatkan ke ibu agar seorang lelaki yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka di saat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok wanita terdekatnya, yaitu ibunya, bagaimana lawan jenisnya harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata perempuan bukan kacamata lelaki. Bagi anak lelaki, ibunya harus menjadi sosok wanita ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.

Anak lelaki yang tidak dekat dengan ibunya di tahap ini, tidak akan pernah memahami bagaimana memahami perasaan, fikiran dan pensikapan perempuan dan kelak juga istrinya. Tanpa ini, anak lelaki akan menjadi lelaki yg tdk dewasa, atau suami yang kasar, egois dsbnya.

Pada tahap ini, anak perempuan didekatkan ke ayah agar seorang perempuan yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka disaat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok lelaki terdekatnya, yaitu ayahnya, bagaimana lelaki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata lelaki bukan kacamata perempuan. Bagi anak perempuan, ayahnya harus menjadi sosok lelaki ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.

Anak perempuan yang tidak dekat ayahnya di tahap ini, kelak berpeluang besar menyerahkan tubuh dan kehormatannya pada lelaki yang dianggap dapat menggantikan sosok ayahnya yang hilang dimasa sebelumnya.

Semoga kita dapat merenungi mendalam dan menerapkannya dalam pendidikan fitrah seksualitas anak anak kita, agar anak anak lelaki kita tumbuh menjadi lelaki dan ayah sejati, dan agar anak anak perempuan kita tumbuh menjadi perempuan dan ibu sejati.

Agar para propagandis homo seksualitas tidak lebih pandai menyimpangkan fitrah seksualitas anak anak kita daripada kepandaian kita menumbuhkan fitrah seksualitas anak anak kita. Agar ahli kebathilan gigit jari berputus asa, karena kita lebih ahli dan berdaya mendidik fitrah anak anak kita.

6. Isna

1. Ada pembagian usia,  kapan kedekatan dg ayah atau ibu d perlukan.  Bagaimana dengan kasus anak yg mondok ya,  dmn otomatis jauh dr ayah ibu dan pemakaian alat komunikasi sangat terbatas?
2. Mohon masukan dan pertimbangannya sperti apa,  usia yg pas buat memasukkan anak ke pondok pesantren sebab ortu kurang pemahaman akan ilmu agama.

Jawaban:
1. Ada ya mba Isna. Sudah di share pada materi untuk tahapan-tahapan anak kapan harus didekatkan pada ayah, pada ibu atau pada kedua-duanya.

2. Usia yang pas untuk memasukan anak ke pondok pesantren adalah saat anak mencapai usia baligh. Karena batas usia anak tidak boleh dipisahkan dengan orang tuanya adalah sampai usia baligh. Hal ini berdasaran hadist sebagai berikut. Sahabat Ubadah bin Shamit radhiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang memisahkan antara ibu dan anaknya. Ada yang bertanya pada beliau, ‘Wahai Rasulullah, sampai kapan?’ Beliau menjawab, ‘Sampai mencapai baligh bila laki-laki dan haidh bila perempuan.’”
Akan tetapi jika memang ada mashlahat dan kebaikan yang lebih banyak dengan berdasarkan musyawarah dan pertimbangkan yang matang, pada keadaan tertentu bisa saja anak yang belum baligh dimasukan full pondok pesantren, tetapi perlu diingat hukum asalnya anak-anak yang belum baligh sebaiknya bersama kasih sayang orang tua.
(sumber : https://www.islampos.com/kapan-sebaiknya-anak-masuk-ke-pesantren-39941/)

7. Mbak Adyt:
Ponakan saya perempuan SD kls 5, sebut saja X, X ini kata ibunya anak yg tidak diharapkan 😔 Krn bapaknya pengen punya anak cowok.
Terus dari kecil X gampang lengket sm om/pakde atau siapapun laki2 yg kebapakan 🙈 Utk mencegah dampak buruk dari kurangnya figure ayah. Ada saran/masukan ke ibunya X kah mbaa ?

Jawaban dan Tanggapan:
Mbak Yunika: Anaknya baru 1 itu kah mbak adit?

Mbak Adyt: 3 mba, X ini yg pertama, adeknya cowok2 semua masih balita tapi udah jadi “putra mahkota” 😌

Mbak Yun: Jadi si kakak sholekha ini mungkin merasa tersingkir atau diabaikan oleh ayahnya sendiri ya?

Ayahnya bisa diajak diskusi ndak ya

Mbak Garnis: Mbaa..maaf, ini orang tua sudah melakukan kedzaliman pada anak😭

Mbak Yun: 😭😭 jadi keinget.. suka marah sama nada (anak mbarep) kalo suka isengan adeknya sampai nangis. Sampai dia bilang.. gara gara ada adek aku suka dimarahin bunda😭.. gimana rasanya jadi kakak sholeha x tadi ya😭

Ayahnya perlu disadarkan.. bahwa mempunyai anak perempuan itu luar biasa...

Mbak Adyt: Iyees, dan bapaknya ini keras mba, dulu katanya malah si X pas bayi mau dikasih ke orang lain biar diurusin, tapi berhasil digagalkan ibunya. Kemarin bgt pas lebaran kami baru ketemu lagi dan si ibu cerita panjang lebar bikin 😭

Mbak Yun: Duluuu suamiku pernah bilang punya 2 anak perempuan.. jika bisa mendidik dg baik.. adalah tiket papa ke surga.. dulu pas bahas pengen anak laki2.. sayanya🤭

Mbak Garnis: Mba Adyt coba dikomunikasikan sama ibunya.
Menganggap anak beban saja tidak boleh. Apalagi tidak mengharapkan kehadirannya setelah Allah amanahi.
Jika memungkinkan, mba. Karena kelak jika terjadi sebuah kedurhakaan anak pada orang tua, maka jelas ini bukan salah si anak. Melainkan orang tua yang salah karena sudah mendurhakai anak terlebih dahulu.

Tapi jika sulit untuk dikomunikasikan, dibantu doa saja mba. Semoga Allah beri hidayah. 🙏🏻

Mbak Yun: Lha rosululloh saja begitu bangga dg putrinya ya..😍

Mbak Ikha: kalau menurut saya, perlu digali akarnya mba adyt. Biasanya ada "sesuatu" di masa lalu yg membuat ayahnya menjadi demikian

Mbak Adyt: Klo ini ndak tau mba, saya sodaraan sm si ibu 🙈 coba nnti tak tanyaini yaa. Semacam trauma dgn anak perempuan atau gimana ?

Mbak Ety: Selain hadits keutamaan mendidik anak perempuan. Coba si ibu menyebut kebaikan X di depan ayahnya. Ungkapkan rasa syukur ibu dan adik2nya Krn telah memiliki kakak perempuan.
Tetap kontrol lingkungan gadis, diikat kencang oleh ibunya. Skrg hanya ibu yg bs jd pelindung. Terakhir tak lupa doa utk suami dan semuanya


SIMPULAN:
Terimakasih banyak bu ibu hebat yang sudah turut serta dalam diskusi sore ini. Terimakasih juga sudah banyak dibantu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari teman yang lain yang oleh kelompok 4 belum mampu menjawabnya dengan baik🙏🏻😂

Mohon maaf atas segala kekurangan kami.
Sampai disini, mudah-mudahan kita sepakat bahwa ayah adalah benteng bagi anak-anaknya, punya peran vital terutama untuk menumbuhkan fitrah seksualitas anak secara paripurna.


Catatan Kaki:

Mbak Lia:
👩‍🍳👨‍🍳 Memasak Bersama Anak di Saat Weekend? WHY NOT? - 👨‍🍳👩‍🍳


🌷 Setelah melakukan rutinitas kantor yang cukup padat dan menyita waktu, inilah waktu yang tepat bagi Ayah Bunda untuk menikmati weekend yang menyenangkan bersama keluarga. -

🌷 Apakah Ayah Bunda sudah mempersiapkannya? Jika belum, masih ada kesempatan untuk bisa merencanakan liburan ataupun mengisi waktu bersama anak-anak. -

🌷 Nah, Jika Ayah Bunda masih bingung dengan persiapan aktivitas weekend di minggu berikut akan kami berikan tips persiapan weekend yang menyenangkan dengan keluarga. -

🌷 Jika belum ada rencana untuk liburan atau mengunjungi tempat yang menarik pada waktu weekend.

🌷 Ayah Bunda bisa mengajak anak-anak untuk beraktivitas di rumah. Salah satunya adalah memasak bersama. Adapun persiapannya yang dilakukan adalah sebagai berikut: -

1.  Tanyakan kepada anak tentang makanan apa yang ingin dimasak pada hari itu. Jika Anak masih bingung, Ayah Bunda boleh memberikan pilihan, misalnya makanan yang disukainya. -

2.  Setelah mengetahui makanan yang akan dimasak, Ayah atau bunda bisa membeli bahan-bahannya. Jangan lupa untuk mengajak Anak Anda membeli bahan tersebut agar mereka merasa dilibatkan sedari awal. -

3.  Libatkan Anak ketika bahan-bahan makanan akan dimasak. Misalnya ajak Anak untuk memotong sayuran, menyiapkan bumbu, menyiapkan tempat makan, dan lain sebagainya selama masih aman dan bisa dikerjakan oleh Anak.
Agar tidak berebutan, Ayah Bunda bisa membagi-bagi tugas tersebut pada Anak.

4.  Pada saat makan bersama, berikan Anak pujian dan ucapan terima kasih karena telah membantu Ayah Bunda. -  Mereka akan merasa senang karena Ayah Bunda bisa menemaninya untuk beraktivitas di dapur.

🌷 Selain merasa DEKAT dengan orangtua, secara tidak langsung mereka diajarkan untuk MANDIRI , BERTANGGUNG JAWAB , serta ditumbuhkan rasa PERCAYA DIRINYA. -  Dimanapun atau apapun aktivitasnya, yang terpenting bagi Anak adalah kehadiran orangtuanya.🤗💜

Tidak ada komentar

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁