Suara Itu

Gambar oleh Henryk Niestrój dari Pixabay

Bagimu mungkin ini adalah sebuah kutukan, mungkin ada juga yang menganggap ini anugerah. Hingga, aku sadar akan sesuatu bahwa mungkin saja aku sebenarnya tidak bisa melihat dan mendengar keberadaan mereka jika tidak ada yang memberi bisikin!

Iya! Aku merasa bahwa mungkin aku sebenarnya ketempelan!

Aku terus merasa ada yang menempel pada diriku! Dia selalu menjadi-jadi saat aku sedang sendirian. Berusaha menakutiku karena dia bisa saja hapal betul bahwa aku memang penakut. Saat ini pun, mungkin saja dia sedang ikut membaca tulisanku ini.

Sesungguhnya daripada mereka yang dia perlihatkan padaku, aku lebih takut padanya! Padamu yang bisa menjerumuskan aku dalam dosa dan bahaya neraka!

Mereka yang terpergok oleh kami, mungkin juga terkaget-kaget karena ada manusia yang ternyata bisa mengetahui keberadaan mereka. Saking kagetnya, ada yang lari terbirit-birit tapi tidak sedikit juga yang bergerak menyerang seperti setan-setan di drama Hotel Del Luna.

Satu-satunya cara menyingkirkan tempelan ini adalah dengan rukyah! Ya! Aku harus merukyahi diri sendiri! Tapi, kadang aku merasa sok sibuk! Hingga akhirnya aku selalu ngeyel saat dia mencoba memberi tahu keberadaan mereka, yang sesungguhnya adalah makhluk sejenis dengannya. JIN.

Seperti beberapa saat yang lalu.

Senin pagi sehabis azan Subuh, aku mengendarai motor bersama anakku, Alisha menuju ke rumah Ibu. Di sebuah pengkolan yang konon terkenal angker, tiba-tiba dia mencari celah di tengah kelemahanku.

J(in): Hei, lihat tah dari spion! Ada yang terbang membuntuti kita.
A(ku): Wah kita jadi bertiga dong!
J: Ya nggak dong! Jadi berempat! Sama anakmu.

dan kami berdua pun tertawa ngakak bersama!

Wuaaseem. Ya begitulah.. Terkadang aku bisa ngeyel dan malah ketawa bersama, tetapi tidak jarang juga aku lari berteriak memanggil pak suami! Wkwkk. Saat aku ketakutan, dia akan tertawa terbahak-bahak dan sepertinya energi dari ketakutanku akan menjadi makanannya. Hasmbuh bener apa nggak ini. Wallahu a'lam.

3 komentar

  1. Hahhaha ntah kudu ngguyi apa ,erinding
    Yapi aku baca ini siang juga merinding wuaswm yakin hahahhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayo loh.. bingung ya mau ngguyu apa mau merinding? 😂😂😂

      Hapus
  2. Saya pernah baca, katanya memang kalau orang bisa lihat "itu", dalam dirinya ada juga "itu"nya. Itulah yg bikin bisa lihat.
    Makanya kalau ada yg pengin bisa lihat "itu", trs dibukain matanya sama orang pintar, sebenernya itu malah "ditanami"

    BalasHapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁