Pengaruh Media Digital terhadap Fitrah Anak

Pertanyaan:
Mbak Ikha: Beberapa waktu lalu, ada lagu bahasa inggris lewat di radio dan si kakak tiba-tiba bilang "Bu, aku pernah lihat lagu ini kok ada gambar orang ciumannya yaa? aku lihat di hpnya temenku waktu main kesana. Nah kayak gini tipsnya gimana ya? Di rumah sudah diusahakan sebisa mungkin minimalis dari gadget+tontonannya tapi ternyata tidak sengaja lihat pas di rumah orang lain. Akhirnya jadi ngobrol panjang lebar dengan kakak tentang zina segala macam



Jawaban dan Tanggapan:
Bu Chalis:
Pertanyaan yg bagus sekali mbak Uyip.
Saya coba jawab nggeh sesuai pengalaman saya.
Sampaikan kpd anak dg bahasa cinta. Bahwa hal yg dilihat itu hanya boleh dilakukan olh org dewasa yg sdh menikah, dan syarat menikah adl....

Mbak Putri (fasil): Memang terkadang serangan dari lingkungan luar sangat besar. Seberapapun kita membentengi. Jadi inget pas ikut kajian ust. Aad. Bahwa tantangan anak2 kita justru berada di luar rumah. Bukan di rumah.

Mbak Niar:
Memang iya ini juga sebuah tantangan ketika kita sudah berusaha menanamkan nilai-nilai pada anak, tapi ternyata lingkungan disekitar anak justru memberikan input yang kurang baik. Namun yang patut disyukuri adalah bahwa nilai-nilai keluarga sudah tertanam pada diri anak mbak Ika terbukti dengan sikap anak mbak Ika yang risih. Kedua yang harus disyukuri adalah anak mau mengkomunikasikan apa yang dia lihat ke orangtuanya sehingga orang tua bisa mengantisipasi pemahaman yang buruk yang didapat dari tontonan tersebut. Karena bagaimanapun kita tidak bisa menghindari ketika anak sudah berada dilingkungan yang berbeda dengan yang diajarkan dirumah.

Betul mbak... Makanya peran orang tua yang pertama yang grup kami tekankan adalah membangun komunikasi dan kepercayaan anak terhadap orang tua. Sehingga bagaimanapun serangan dari lingkungan, orang tua akan tetap bisa menjadi benteng

Pertanyaan 2:
Mbak Ety:
Wa'alaykumsalam...  Permisi maaf telat 😁
numpang nanya

Kapan waktu yg tepat memberikan smartphone kpd anak ? Dilihat dari berbagai sudut pandang. Istilah lain kapan anak butuh bukan pengen.

Jawaban dan Tanggapan:
Bu Chalis: jawaban pertanyaan kedua : Untuk kepemilikan gadget sendiri menurut kelompok kami, yang mengacu pada buku abah ihsan, anak2 baru boleh memiliki gadget berupa smartphone sendiri di umur 17tahun. Sedangkan untuk keperluan tugas sekolah dll bisa pinjam gadget ortunya dulu

Mbak Niar: Menambahkan,, kenapa usia SD sebaiknya tidak berikan gadget secara pribadi, supaya orang tua masih memiliki akses penuh terhadap kepimilikan gadget.

Pertanyaan 3:
Mbak Naila: Mbak, gimana cara terbaik memberikan pemahaman ke anak usia sekitar 9 th bahwa di usianya saat ini belum butuh hp? Krn lingkungan sekitar hampir semua anak seusianya sdh difasilitasi dg HP bahkan plus pulsa dan kuota.
anak ini pernah curcol k sy kalau bundanya pelit dan serba tdk bolehan, padahal ya sy tahu maksud bundanya baik. saat sy jelaskan blablabla, keponakan sy ini malah ngeles, "kan paling buat ngagame aja, masih ttp sholat sekolah ngaji kok." 🤦‍♀

Jawaban dan Tanggapan:
Bu Chalis: Mbak Naila....
Menurut saya
Untuk punya hp mmg blm saatnya, kl perlu utk belajar atau main game blh pinjam ortu, dg kesepakatan batas waktu dan tempat yg aman tdk tersembunyi maksudnya ya mbak.
Dan perlu dibanggakan bahwa ananda lebih hebat diantara teman²nya krn bs mengerti. 🙏🏻

Mbak Niar: Yang ini sejujurnya saya belum punya pengalaman tapi saya ingat Abah Ihsan di PSPA pernah kasih study kasus seperti ini. Intinya, kita sebagai orang tua nggak boleh kalah omongan sama anak, tapi juga bisa menampung gagasan anak yang kemudian bisa kita luruskan. Misal ketika anak protes minta gadget, tanyakan apa kepentingannya?
1. Telp/SMS untuk minta jemput --> Bisa pinjam Bu guru (dengan sebelumnya ortu sudah koordinasi dg gurunya) atau diperikan Hape tanpa fungsi internet
2. Untuk mengerjakan tugas --> diperbolehkan meminjam gadget orang tua
3. Nge Game --> tanyakan kembali pada anak apa urgensi nya nge game? Apa nggak cukup menyenangkan bermain sama ayah bunda? Dll

Mbak Naila: Nah ini mbak, permasalahn tambahannya emang kedua org tuanya kerja,  alasannya bosan main d rmh, ke tmn nya jg pd mengang hp.

Anak skrg pinter bgt membuat alasan dan argumen. Dudududu...

Ujung2 nya ngambek sama emaknya 🤭



Mbak Sari:
Cuma sedikit berbagi cerita hari ini..tadi pagi di Paud ada kelas parenting dan bunda yg datang sudah pasti bawa smartphone..tetiba beberapa anak masuk ikut kelas dan gadget yg dibawa bundanya pun dipegang anak..melihat temannya memang hp, Putri ikut2 pengin megang hp.. 🙈. Putri pun jadi merengek2 minta hp dan saya bersikukuh tidak memberikan.
Dan mereka cuma lihat reaksi saya aja yg bertahan tidak memberikan hp.🙈 Rasanya..

Tanggapan:
Mbak Niar: Rasanya seperti dihakimin sebagai ibu yang kejam kah mbak? Tapi demi anak ya mbak 👍🏻👍🏻👍🏻 memang sebagai orang tua kadang kita harus Tega(s), kata Abah Ihsan 😂

Adapun ketika anak sudah terlanjur memiliki gadget pribadi, orang tua harus tetap bisa memantau aktivitas gadget dan sosial media anak2. Ini penting karena kebanyakan orang tua yang abai pada akhirnya akan kecolongan

Mbak Ariyantika: Termasuk paham bahasa "gaul" di kalangan anak-anak.

Termasuk istilah-istilah mereka.

Jangan pernah enggan untuk masuk ke dunia anak, karena sepertinya era sekarang sudah jauh berbeda dengan era kita dulu. Kalau bisa memang tidak ada jarak yang terlampau jauh antara anak dengan orangtua sehingga komunikasi masih nyambung dan nyaman 😊

Tidak ada komentar

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁