Gaya Pengasuhan Keluarga Loid Forger - Anime Spy X Family

Mau itu anak kandung ataupun anak adopsi, rupa-rupanya gaya pengasuhan kedua orang tua berpengaruh besar terhadap perilaku anak-anak kelak, sebab anak adalah peniru. Termasuk juga Anya Forger.

***

Gaya pengasuhan anime Spy X Family

Assalamu alaikum Sahabat Ran..

Akhirnya ya, anak-anak libur sekolah. Meskipun di sekolah Hadziq, penerimaan rapornya sempat diundur, tetapi liburannya sudah dilakukan terlebih dahulu. Mau memberi tontonan untuk anak selama masa liburan? Bagaimana dengan Spy X Family yang lagi booming?

Saya pribadi sih menyarankan NO ya, sebab dari labelnya saja sudah ada keterangannya kalau Spy X Family itu untuk 13+.

Mungkin bagi sebagian orang Indonesia, anime itu ya tontonan anak-anak. Padahaaal.. kenyataannya, anime yang kebanyakan berasal dari negeri Sakura itu banyak juga yang berlevel dewasa. Termasuk juga Spy X Family.


Sinopsis Spy X Family

Dikisahkan Twilight, seorang agen mata-mata elite dari negeri barat atau timur, mendapatkan tugas baru mendekati politikus termuka di negeri timur. Demi keberhasilan tugasnya, dia harus mengadopsi anak. Untuk itu Twilight mencari di panti asuhan sembarangan, dan bertemu dengan Anya.

Siapa disangka, sebetulnya Anya mempunyai kekuatan telepati untuk membaca pikiran orang lain. Sehingga saat Anya yang menyukai kisah Bondman, sang mata-mata dan mendapatkan Twilight yang sedang menyamar sebagai Loid Forger, Anya berusaha mendapatkan hati Loid hingga akhirnya Anya berhasil diangkat menjadi anak Loid Forger.

Tidak cukup sampai di situ, ternyata dalam tugasnya juga diperlukan ibu untuk keluarga Loid Forger, dan bertemulah Loid Forger, Anya Forger dan Yor, seorang pembunuh bayaran yang menyembunyikan identitasnya sebagai pegawai negara sipil.

Apakah ketiganya akan berhasil menjadi sebuah keluarga tanpa mengetahui misi satu sama lain.


Pesan Parenting dari Spy X Family

Kali ini, saya tidak ingin membahas review anime ini. Ada satu bahasan yang menurut saya cukup menarik, yaitu tentang gaya pengasuhan Loid Forger dan Yor Forger dalam mengasuh anak angkat mereka yang bernama Anya Forger.


1| Ajarkan Anak untuk Meminta Maaf

Episode awal-awal Spy X Family, di mana tugas pertama Anya di sekolah adalah berteman dengan Demian, tuan muda nomor 2. Sayangnya, alih-alih menjadi akrab, Anya malah terlibat masalah dengan Demian.

Frustasi dengan keadaan tersebut, ayahnya yang bertindak sebagai agen rahasia mengupayakan segala cara dengan caranya yang unik agar Anya mau meminta maaf pada Demian. Wkwkk.. Pokoknya kamu harus nonton sendiri lah..


2| Ajarkan Cara Melawan Bullyan dengan Elegan Baik

Hubungan yang berawalan buruk, menjadikan Anya sempat mau dijadikan bahan bullyan Demian dan kedua rekannya. Untunglah, sebelum berangkat sekolah, ibu Anya, Yor Forger mengajarkan cara ingin melawan bullyan adalah dengan memberikan alasan untuk membela teman, sehingga Anya tidak disalahkan.

Memang cara ini sebetulnya bagaimana ya, agak kurang patut ditiru ya. Tapi nyatanya, gara-gara ini, Anya yang awalnya sendirian akhirnya memiliki Becky sebagai bestie.


3| Penuhi Tangki Cinta Anak

Keluarga Forger mempunya cara pengasuhan yang cenderung lembut dan jarang membentak Anya, anak mereka.

Gaya pengasuhan anime Spy X Family


Kita bisa mengisi tangki cinta anak dengan memeluk mereka, mendengarkan cerita mereka, atau sekedar mengusap kepala mereka, sampaikan apresiasi untuk mereka. Saat tangki cinta anak terpenuhi, anak akan lebih mudah diajak kerjasama. Bismillah, semoga Allah mudahkan ya.


4| Biarkan Anak Melakukan Hal-Hal Baru

Anya Forger yang berasal dari panti asuhan, mendapatkan kabar kalau Yor Forger akan segera menjadi ibu angkatnya. Betapa bahagianya Anya, sehingga dalam kesempatan itu, Loid Forger, ayahnya sengaja membiarkan Anya membantunya di dapur, serta melakukan hal-hal lainnya untuk menyambut ibunya.

Loid Forger mendeskripsikan untuk membiarkan anak melakukan hal-hal baru, sehingga dari situ anak-anak akan belajar mengenai hal-hal baru.


5| Menjadi Role Model untuk Anak

Berasal dari keluarga yang berbeda latar belakang. Meskipun keluarga palsu ini menyadari keadaan mereka masing-masing, tetapi faktanya Anya Forger bangga dengan ayahnya yang seorang mata-mata karena ayahnya berusaha menjaga perdamaian dunia. Sementara ibunya Anya yang merupakan pembunuh bayaran, meskipun beberapa kali terkadang membuat Anya ketakutan dengan suara hatinya, tetapi tidak membuat Anya jauh dari ibunya itu.

Justru dari ibunya, Anya belajar melatih kekuatan dan ketangkasan sebagai bekal untuk melawan perbullyan dan melakukan olahraga di sekolah.

Bagi Anya Forger, sosok kedua orang tuanya adalah yang terbaik.


See? Bahkan dari sekelas anime pun, bisa diambil sisi-sisi positifnya. Aku teringat dengan Lendy Agasshi yang blognya dikhususkan untuk review drakor, tidak sebatas mereview dramanya doang, tapi juga mengambil point-point positif yang pastinya bermanfaat untuk pembaca,


Jaman dulu, saya juga termasuk salah satu pecandu film Korea ((pecandu)). Blog ini awalnya juga diisi oleh sinopsis film-film Korea ataupun film barat yang direkomendasikan oleh adik. Tapiii.. ah udahlah, aku pindah aja ke blog sebelah biar di sini fokus pada beberapa tema aja. Hehe.


Sekian dulu cerita hari ini. Lain kali kita lanjutkan lagi dengan cerita lain, tentu saja dengan drama lain dan juga mungkin akan muncul sesuatu yang bisa kita ulik dari film.


Anyeeeonng.

2 komentar

  1. Sempat nonton beberapa menit pertama anime Spy X Family.
    Belum aku lanjutin karena kemarin IQIYI ku ada masalah. Hiiks~
    Tapi pas udah selesai masalahnya, tetep belum lanjut, wkkwkw... Suka dengan penggambaran keluarga Jepang yang mengasuh anak angkat dengan sepenuh hati.

    Bener-bener, sebaiknya anime memang dinikmati sama kita aja sih, alias orang dewasa. Karena meski bentukannya kartun, tapi visualnya kadang melebihi yang nyata. Hih, serem.

    Terimakasih yaa..sudah merekomendasikan blog lendyagassi.
    Senang sekali..^^

    BalasHapus
  2. Untuk pertama kalinya saya tertarik nonton anime gegara review point penting tentang hubungan anggota keluarga. Dan entah mengapa, langsung berkaca-kaca akutu Mba, teringat betapa banyak kekuranganku dan khilafku sama si kakak....hiks

    BalasHapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁