Belajar menari secara otodidak? Bisakah? Mungkin bisa jika kamu mau memanfaatkan teknologi dan internet! Barangkali Anda ingin mengajarkan dan mengenalkan budaya tari pada si kecil yang tak bisa diam?
***
Sejak kecil, saya termasuk anak yang lemah dalam hal olahraga, termasuk juga cepat lelah jika mengikuti ekstrakurikuler yang membutuhkan banyak tenaga, seperti Pramuka, PKS, Drum Band atau bahkan PMR. Sehingga, ibu saya mendorong saya untuk mengikuti seni tari di sekolah.
Mulai dari situlah, perjalanan tariku dimulai.
Pertama, memang rasanya aneh, apalagi sebenarnya saya sangat ingin bergabung dengan drum band di SMP kala itu. Tetapi karena sesuatu alasan, akhirnya saya kembali kepada seni tari yang sudah saya geluti sejak SD. Lama kelamaan, saya jadi tidak bisa meninggalkan seni tari.
Alunan gamelan, hitungan satu dua tiga saat akan memulai gerakan tari, bahkan gerakan beksan terasa seperti sudah mengalir dalam aliran darah.
Meski sekarang, saya sudah tidak lagi menari bersama teman-teman di sanggar atau di ekstrakurikuler, tapi saya masih bisa menari bersama anak saya.
Anak bungsu saya, Alisha sepertinya mempunyai ciri khas anak kinestetik. Kakinya tidak pernah mau diam, selalu berlari ke sana kemari. Bahkan tangannya yang gemoy dan mungil juga suka mengikuti gerakan tarian di Youtube.
Tidak hanya di Youtube, tetapi asalkan ada yang menari, Alisha terlihat tertarik menirukannya.
Saat itulah, saya seperti menyadari, bahwa mungkin Alisha menyukai tarian Jawa seperti saya.
Hingga di sebuah kesempatan, saya mencoba menyalakan video tari Jaranan yang diperankan oleh anak-anak berusia SD. Amazing, rupanya Alisha langsung berusaha mengikuti gerakan-gerakannya.
Anak Kinestetik Belajar Menari?
Sebetulnya, mau itu anak kinestetik, atau audio-visual, atau bahkan ketiga-tiganya, semua kembali pada cara kita menangkap potensi yang dimiliki oleh sang anak. Gaya belajar kinestetik pun sebetulnya harus banyak praktek dalam proses pembelajarannya.
Dalam hal ini, jika anak diajak belajar bersama mempelajari seni tari, diharapkan anak akan memahami makna dari tarian tersebut, dan yang lebih penting sih agar anak ada aktivitas fisik dalam kesehariannya.
Jujur saja, saya selama ini hanya belajar beberapa jenis tarian, tapi dengan dasar-dasar gerakan tarian yang pernah saya pelajari, insya Allah saya siap mengajarkan tarian kepada Alisha, tentunya dengan bantuan IndiHome, internetnya Indonesia.
Pastinya Anda berpikir, apakah mungkin belajar menari lewat internet?
Tapi memang kebetulan karena saya memiliki dasar basic gerakan tarian, jadinya gerakan tarian yang ada di internet bisa saya pelajari perlahan meski tidak langsung saat itu wow, macam Didi Nini Towok yang langsung bisa.
Lalu bagaimana dengan yang tidak memiliki basic penari?
Bisa kok. Semua penari kan awalnya juga tidak bisa menari 😆 Lalu caranya belajar adalah memutar video tarian atau video-video basic sebuah tarian atau bisa juga memperlambat tarian yang ada di Youtube. Pilih kecepatan yang paling lambat.
Mainkan tombol rewind, pause, dan teman-temannya.
Bahkan untuk beberapa kali, saya memutar dan menjeda video untuk menjelaskan gerakan tariannya pada Alisha. Di bagian tangan yang berputar-putar itu kan terkadang membingungkan ya. Maka dari itu, belajar menari lewat internet jika sendirian memang harus menyediakan kaca besar untuk mengoreksi gerakannya sendiri. Sementara jika ada partnernya, maka bisa saling mengoreksi. Dalam hal ini, saya dan Alisha adalah partner pelajar tarian daerah. (^з^)-☆Chu!!
Sebetulnya tarian daerah dan koreografi K-pop itu sama kok, sama-sama membutuhkan koreksi, baik dari diri sendiri maupun dari pelatih.
Maka, sekarang bayangkan jika kami memakai jaringan yang timbul tenggelam, padahal kami butuh jaringan stabil sehingga bisa dijeda dan diputar kapanpun tanpa buffering?
Subhanallah ... yang ada malah nunggu buffering, nggak jadi dilanjutkan menonton dan mempelajarinya.
Macam Jenis Tarian yang Bisa Dipelajari si Kecil
Bicara tentang tarian tradisional yang ada di Indonesia. Tarian dari Pulau Jawa sendiri ragamnya sangat banyak. Jika Sunda terkenal dengan tari Jaipong dan tari Topeng, maka Jawa Tengah identik dengan tari Gambyong.
Tari Gambyong biasanya digunakan untuk menyambut tamu. Biasanya dilakukan oleh 2-5 orang penari. Pada mulanya, tari Gambyong digunakan untuk upacara ritual pertanian yang bertujuan merayakan perolehan panen yang melimpah dan berharap untuk kesuburan padi pada panen berikutnya.
Akan tetapi, karena Alisha masih berusia balita, maka saya tidak mengajarkan tari Gambyong.
Berikut Jenis Tarian yang Bisa Dipelajari si Kecil
1| Tari Kelinci
Siapa sih di antara si kecil yang tidak menyukai kelinci? Dari jenis tarian kelinci, anak-anak jadi bisa mempelajari karakteristik atau ciri khas dari hewan kelinci.
Meskipun alunan gamelan yang mengiringi tari kelinci, akan tetapi kebanyakan kostum yang digunakan untuk pentas saat menarikan tari kelinci biasanya adalah kostum kelinci dengan warna baju putih berbulu dan memiliki telinga panjang.
Anak-anak yang kakinya tak pernah diam, akan tersalurkan potensinya melalui gerakan tari kelinci yang loncat ke sana kemari.
2| Tari Jaranan
Di rumah, kami tidak memiliki mainan jaran kepang mini. Maka dari itu, kami mengganti properti tari jaranan dengan raket sebagai pengganti jaran kepang.
Sama seperti tari kelinci, gerakan-gerakan yang super aktif membuat bakat si kecil tersalurkan.
Ada yang menyebut tari jaranan sebagai tari Kuda Lumping atau Jaran Kepang atau Jathilan. Tarian ini sebenarnya berasal dari Ponorogo. Makna dari gerakan-gerakan tarian Jaran Kepang mendeskripsikan sekelompok prajurit yang tengah menunggang kuda dengan gagah berani.
Alisha sangat menyukai tarian ini karena lirik lagu yang mengiringinya cukup sederhana,
"Jaranan.. Jaranan.. Jarane jaran Teji,
Sing numpak ndoro bei,
Sing ngiring poro mentri,
Jrek.. Jrek.. Nong..
Jrek.. Jrek.. Gung,
Jrek Jrek.. turut lurung,
Gedebug krincing, gedebug krincing,
Thok.. thok..
Gedebug jedher
Gedebug krincing, gedebug krincing,
Thok.. thok..
Gedebug jedher"
3| Tari Merak
Tari Merak yang berasal dari Jawa Barat memang diambil dari pengamatan terhadap gerakan burung merak. Burung merak jantan akan menari saat berusaha mencari perhatian sang betina.
Di tahun 1950an, seorang seniman dan koreografer yang bernama Raden Tjetje Soemantri dari Jawa Barat berhasil menciptakan tari Merak dari hasil pengamatannya selama ini.
Untuk berlatih tari Merak, kita cukup membutuhkan properti sampur atau selendang.
Biasanya tari Merak dibawakan minimal 2 orang atau dimainkan secara berkelompok.
4| Tari Bondan
Suatu sore, Alisha merengek meminta menari menggunakan boneka. Aha! Entah mengapa, saya jadi teringat dengan tari Bondan yang pernah diajarkan oleh guru tari kami.
Tari Bondan sebenarnya berasal dari Surakarta, Jawa Tengah.
Gerakannya yang lambat, sebenarnya menggambarkan dengan cukup jelas tentang kasih sayang ibu terhadap bayinya melalui gerakan menggendong bayi menggunakan payung yang terbuka.
Di akhir cerita, tarian Bondan ditutup dengan berdiri di atas kendi, memutarinya lalu memecahkannya.
Sayangnya, karena gerakannya yang lambat itulah, Alisha enggan untuk diajarkan lebih lanjut.
Belajar Menari dari Internet? Bisaaa
Beruntung sekarang internet sudah bisa kita akses tanpa batas.
Manfaat internet sebetulnya sangat banyak. Bagaimana tidak? Apa-apa yang ingin kita pelajari sebetulnya ada di internet. Termasuk juga tari-tarian. Tapiii, bagaimana caranya jika ingin belajar menari dari internet?
Anda bisa menonton pertunjukan tari di internet atau TV interaktif. Apakah cukup dengan menonton? Tentu saja, Anda harus belajar menirukan gerakan tarian tanpa takut salah.
Kita juga bisa ikut sanggar seni tari secara online. Beberapa waktu lalu, beberapa teman saya yang dari Jurusan Pendidikan Seni Tari membuka les tari secara online. Antusiasnya pun lumayan, tapi waktu itu saya tidak mengikutkan Alisha karena pendaftarannya sudah ditutup kala itu.
Tentu saja, karena kita membutuhkan jaringan internet yang stabil, maka keluarga kami menggunakan IndiHome sebagai internet keluarga.
Pembayaran yang stagnan setiap bulan membuat kami tidak perlu waswas jikalau penggunaan internet di luar perkiraan. Setiap bulan, tagihan IndiHome kami adalah Rp 385.000, dan bisa dipasang untuk rumah dan toko yang terpisah gang dengan menambahkan router tambahan di toko.
Lebih bahagia lagi, sebab selain penggunaan internet juga ada layanan paket internet + telepon + UseeTV Cable yang bisa mengakses sekitar 56 channel (di TV kami). Tentunya ada tambahan aplikasi jika memang dibutuhkan seperti Vidio, Viu, dll. Sehingga kami tidak perlu khawatir jika sampai ketinggalan acara favorit karena ada opsi menonton acara lewat TV on Demand.
Lebih daripada itu, IndiHome yang telah merebranding Speedy, dengan mengubah layanannya menggunakan fiber optik dari Telkom Indonesia membuat jaringan semakin lancar jaya, no kaleng-kaleng.
Berselancar ibarat sedang menaiki kereta Shinkansen.
Pastinya pernah juga mengalami trouble, tetapi dengan layanan 147 atau melalui aplikasi My IndiHome, biasanya masalah lebih cepat teratasi. Tapi sih ya (amit-amit), hampir jarang terjadi masalah karena sekarang ini banyak pegawai IndiHome yang lalu lalang memperbaiki jika ada masalah, bahkan sebelum mungkin kita menyadarinya 😆.
Melalui IndiHome, PT Telkom Indonesia Membantu Mengembangkan Seni Tari
Video pembelajaran tarian, dan juga termasuk pengenalan kesenian tarian daerah kepada anak-anak tidak bisa lepas dari peran IndiHome sebagai koneksi internet stabil dan tidak putus-putus.
Sekian tahun kami berlangganan IndiHome, memang benar kami rasakan tentang manfaat internet yang banyak membantu kami dalam berselancar dan juga menambah ilmu untuk anak-anak. Kebetulan anak kami juga ikut les online hitung jemari.
Tak hanya les hitung jemari, tetapi saya juga masih rutin mengajak Alisha untuk menari bersama agar keseimbangan tubuhnya bisa meningkat. Ditambah lagi, dengan menari, otot dan kekuatan tubuh kami bisa terlatih lebih kuat sebab tubuh harus bergerak sesuai dengan irama dan gerakan-gerakan tertentu.
Bila jaman dahulu kami hanya bisa menyaksikan pagelaran tarian atau ketoprak humor lewat TV nasional dan itu pun ditayangkan tengah malam, sekarang dengan bantuan internet dari IndiHome, kita bisa menikmati pagelaran budaya kapan saja.
Terima kasih IndiHome sebagai Internetnya Indonesia yang sudah membangkitkan kembali rasa cintaku pada tari-tarian. Semoga nanti suatu hari, Alisha bisa tampil menampilkan tarian daerah dengan bangga.
Sekarang giliran Anda, apakah Anda yang katanya mencintai tanah air, bangsa dan negara Indonesia mau begitu saja melepaskan nilai-nilai luhur kebudayaan dan kesenian bangsa kita dengan tidak mencoba layanan internet dari IndiHome?
Referensi:
https://caritahu.kontan.co.id
https://brainly.co.id










Keren, Mbaak... Jadi pengen lihat Mbak Ran nari bareng Alisha. Kapan-kapan bikin videonya, yaa..
BalasHapus