Anakku Masuk SD Umur 7 Tahun (Kurang)

Pelajaran SD sekarang ini terbilang cukup sulit. Banyak pertimbangan saat orang tua memasukkan anaknya ke Sekolah Dasar. Salah satunya adalah umur.

❤❤❤

Assalamu alaikum Sahabat Ran,

Beberapa wali murid mulai resah, apakah anak-anaknya yang berada di TK ataupun RA akan langsung lanjut naik kelas 1 atau masih menambah satu tahun di TK.

Bahkan peranan wali kelas di TK pun sebenarnya juga sedikit banyak memengaruhi keputusan para orang tua. Ada yang berniat menambah satu tahun di TK, tetapi ibu guru mengatakan anak tersebut sudah akan mampu untuk bersekolah di jenjang yang lebih tinggi.

Kalau di beberapa Sekolah Dasar Negeri, ada yang mewajibkan umur minimal untuk masuk adalah 7 tahun. Itu kalau di kota besar. Di kota kecil pinggiran seperti kami, hampir kebanyakan sekarang Sekolah Dasar Negeri pada kehilangan murid. Hampir jarang ada pendaftar sampai-sampai harus diadakan seleksi dan membludak. Tetapi buat SDN favorit, penolakan murid bisa saja terjadi sih, tapi itu hanya satu atau dua sekolah saja.

Padahal, Kudus tidak seperti Jepang yang mengalami degradasi populasi.

anakku masuk sd umur 7 tahun kurang


Ini lebih dikarenakan para orang tua lebih memilih sekolah keagamaan untuk anak-anaknya. Di Kudus, ada SD IT favorit yang menolak calon pendaftar sehingga harus diadakan seleksi, mulai dari tes membaca, menulis dan berhitung, termasuk juga perhitungan umur.

Sementara, usia 7 tahun dianggap sudah mampu untuk menulis, berhitung dan membaca. Selain itu, usia 7 tahun dianggap sebagai usia yang tepat untuk mulai belajar dalam lingkungan formal seperti sekolah.

Pada usia 7 tahun, anak juga telah mengalami perkembangan fisik dan mental yang cukup untuk menerima pelajaran formal di sekolah. Mereka sudah bisa duduk diam dalam waktu yang lebih lama dan memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik dalam memproses informasi dan memahami konsep-konsep dasar.

Tahun ini, mbahkung sudah mulai bertanya apakah Alisha tahun ini masuk kelas 1. Hanya karena badan Alisha yang bongsor, sebenarnya Alisha udah macem buat jadi anak kelas 1. Tetapi kemampuan kognitifnya masih jauh dari yang diharapkan untuk bisa menerima pelajaran kelas 1. Pun, umurnya baru 5,5 tahun.

Seperti kakaknya, Alisha juga akan masuk kelas 1 umur 7 tahun kurang.

Mas Hadziq yang lahir di bulan November sehingga masuk kelas 1 waktu itu umurnya adalah 6 tahun 8 bulan. Sementara Alisha yang lahir di bulan September nanti insya Allah akan naik kelas 1 saat umurnya 6 tahun lebih 10 bulan. It's means Alisha sekolah kelas 1 umur 7 tahun kurang 2 bulan. Kami juga sempat mempertimbangkan kalau masuk kelas 1 adalah 7 tahun lebih, maka mereka bakal terlalu besar.

Untuk itulah, kami memasukkan anak-anak di MI NU terdekat dari rumah.

Bahkan, di antara teman-temannya Mas Hadziq banyak juga yang waktu masuk kelas 1 umurnya adalah 6 tahun kurang. Tapi semua kan pasti punya pertimbangan dan pilihan masing-masing. Saya juga waktu kecil dulu masuk kelas 1 umur 6 tahun kurang. Memang sih kerasanya waktu udah sekolah tingkat atas seperti masa SMA dan kuliah, tingkat kedewasaanku jauh berbeda dibandingkan dengan sebayaku yang selisih satu tahun di atasku. Kalau orang Jawa bilangnya, mereka lebih ndolor dibandingkan saya.

Makanya, dengan anak-anak sudah mencapai umur yang lebih dari cukup untuk masuk kelas 1, diharapkan EQ nya sudah terstimulasi dengan baik dan siap untuk menghadapi masa depan. As I said before, IQ + EQ tinggi akan menghasilkan anak-anak yang super awesome.

Baca Juga: 8 Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional 

Namun, perlu dicatat bahwa kebijakan perihal umur masuk kelas 1 dapat bervariasi di setiap negara dan lembaga pendidikan. Beberapa negara mungkin memiliki kebijakan yang berbeda dalam hal usia masuk sekolah dasar. Jangankan negara, setiap wali murid juga pasti memiliki pendapatnya masing-masing.

Tapi sih, daripada pendapat dari orang tua, pastikan untuk bertanya pada anak-anak. Apakah mereka ingin naik kelas 1? Jangan-jangan hanya kita yang memaksakan egosentris kita. ((kita))

Sekian dulu cerita hari ini, besok cerita apa kita?

Tidak ada komentar

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁