Saat lebaran tiba, anak-anak pun menuai kebahagiaannya sendiri. Sebab, selain karena suasana berkumpul dengan saudaranya, anak-anak pun mendapatkan THR dari para saudaranya.
❤❤❤
Assalamu alaikum Sahabat Ran,
Lebaran seperti ini rupanya menjadi momen yang dinanti-nantikan bagi anak-anak. Ada anak-anak yang bahagia karena bisa diajak bersilahturahmi ketemu saudaranya, ada yang bahagia bertemu sepupu yang lama tidak bertemu, dan ada juga yang bahagia karena mendapatkan THR atau angpao.
Waktu kecil, saya sering diwanti-wanti ibu, bahwa jangan mengarapkan THR berlebih, sebab yang namanya hadiah itu harusnya bersyukur saja masih ada yang memberi. Tetapi ya, namanya anak-anak, apalagi setiap harinya diberi uang terbatas, pasti senang dong kalau dapat uang yang lebih banyak.
Mungkin karena KZL lihat anaknya suka mengharap ya, jadinya ibu waktu itu juga mengatakan padaku, "Kamu tahu tidak, berapa modal yang harus aku keluarkan agar kamu mendapatkan angpao?"
Waktu itu jujur aja saya juga masih kurang mudeng.
Semua terjawab saat sudah menjadi orang tua. 😂😂
Bahkan sampai distatusin mamanya temennya Alisha, "Terpantau ngitung laba, kita yang modal, dia yang laba." (sambil memvideokan anaknya menghitung uang)
Ada lagi temannya Mas Hadziq yang lucu dan juga difoto mamahnya saat tidur dan masih memeluk tasnya. Mas Hadziq juga sama sih, tidur harus dekat dengan uangnya eh tasnya. Mungkin dia khawatir uangnya menjadi investasi bodong, wkwkk.
Terlebih, sekarang uangnya sudah dihitung sendiri oleh Mas Hadziq. Sejak dia belajar jarimatika, penjumlahan puluhan dan ratusan bukan menjadi masalah lagi, insya Allah. Entah harus bersyukur karena Mas Hadziq jadi tambah pintar, atau justru khawatir karena berarti Mas Hadziq sudah tidak bisa dibohongi lagi dengan dalih "Uangnya mama yang simpan ya!" wkwk
Ajarkan Anak Literasi Keuangan dari Uang THR Lebaran
Sebetulnya tidak hanya Mas Hadziq yang khawatir uangnya diuri-uri mamanya, melainkan Alisha yang masih TK 0 kecil juga sama. Oleh karena itu, kami berprinsip bahwa uang THR lebaran itu ya memang hak mereka.
Akan tetapi, dalam hak mereka juga ada hak orang lain, begitu seterusnya.
Idealnya, orang tua wajib mengajarkan untuk membeli barang keinginan mereka sewajarnya. Jika ada sisa, baru ditabung. Akan tetapi, itu kalau uang THR nya jutaan ya.
Jadi normal aja seperti anak-anak dari kampung yang alhamdulillah masih dapat THR. Tanyakan kebutuhan mereka apa, dan jelaskan juga bahwa dari uang tersebut harus ada yang ditabung juga meskipun sedikit.
Tahun ini, Mas Hadziq menginginkan beli mobil remote. Cuma ya kami belum tahu, apakah itu akan menghabiskan uang THR, atau menyisakan sedikit untuk ditabung. Bisa jadi, malah orang tuanya yang tombok karena mobil remote tersebut.
Sementara untuk Alisha, belum tahu apa yang dia inginkan, karena daya khayalannya yang tinggi sehingga keinginannya selalu berubah setiap waktu.
Harapannya sih, semoga Mas Hadziq dan juga Alisha makin bijak dalam mengelola keuangannya. Semoga Allah juga memberikan banyak rejeki yang halal dan berkah.
Sahabat Ran punya cerita juga nggak perihal uang THR lebaran anak-anak? Cerita yuk di kolom komentar.





Sejak aku ngajarin anak2 tentang inflasi, dan bukain mereka rekening emas di pegadaian , mereka jadi tau ttg pentingnya duit, dan bahwa emas adalah safe heaven anti inflasi 🤣🤣. Jadi tiap dapat duit, maunya dimasukin ke rek mereka di pegadaian mba. Aku ga masalah, malah seneng, itunganku kalo dari umur skr mereka udah rutin, at least pas gede mau kuliah, udah ada modal lah buat bayar kuliahnya hahahahahaha.
BalasHapusSi kakak yg masih suka galau antara nabung atau beli sesuatu dari duitnya. Tapi di sini aku KSH saran doang, kalo beli sesuatu toh bisa dari uang jajan bulanan. Dikumpulin, dan bisa deh beli barang yg di mau. Tapi kalo uang2 kayak thr, saranku masukin tabungan. Jadi dia mikir juga bakal pilih yg mana 😄. Makanya sampe skr, rek emas adeknya jauh lebih banyak dari si Kaka, Krn memang si adek lebih suka nabung 🤣