Tips Mudik Naik Bus bersama Anak

Aroma mudik sudah tercium aromanya. Beberapa dekade yang lalu, kami sekeluarga masih aktif menjadi pemudik setiap tahunnya. Padahal saat itu, kecilnya saya anaknya pemabuk berat. Bagaimana bisa agar sehat selamat selama pulang dan pergi?

❤❤❤

tips mudik naik bus bersama anak-anak


Assalamu alaikum Sahabat Ran,

Lebaran hampir tiba di depan mata. Apakah sudah ada yang mudik? Tampaknya, beberapa pemudik banyak yang memilih kendaraan pribadi untuk bepergian ya. Tetapi dari pantauan arus mudik di televisi, masih banyak juga yang memilih transportasi umum untuk mudik lebaran.

Masa-masa mudik lebaran ini mengingatkan kenangan saat mudik bersama bapak dan ibu.

Padahal, seringkali saya juga mabuk perjalanan.

Meskipun demikian, alhamdulillah, keadaan mabuk perjalanan hanya terjadi di saat-saat tertentu. Tentu saja, ibu sebagai garda utama keluarga kala itu memiliki jurus jitu agar kedua anaknya tidak mudah mabuk saat harus mudik lintas provinsi.

Beberapa dekade telah lewat, akan tetapi saya rasa tips mudik kami mungkin masih relevan dengan keadaan sekarang.


5 Tips Mudik Naik Bus Bersama Anak


1| Pilih Perjalanan Malam

Bapak dan ibu lebih sering memilih tiket bus yang perjalannnya dilakukan pada malam hari. Waktu itu, kami mudik dari Bandung ke Kudus, di mana perjalanan menggunakan bus kala itu adalah selama 10 jam. Sehingga kami biasanya berangkat dari Bandung setelah maghrib atau sekitar jam 19.00 dan tiba di Kudus sekitar sebelum Subuh. Terkadang jam 03.00 dini hari sudah sampai, tetapi tidak jarang juga tiba di Kudus saat matahari sudah siang.

Tentu saja, kami pernah melakukan perjalanan saat siang hari. Benar saja, saya yang memang waktu kecilnya suka mabuk perjalanan jadi mabuk saat mudik.

Terutama saat melewati daerah yang berkelok-kelok sehingga biasanya bus sering rem-jalan-rem-jalan. Masih ingat di ingatan, bahwa daerah yang rawan bikin mabuk adalah tanjakan Cadas Pangeran.

Beda cerita kalau perjalanan dilakukan di malam hari, kelokan dan tanjakan seperti Cadas Pangeran tidak lagi terasa karena anak-anak sudah tidur.

mudik bersama bocil naik bus


2| Jangan Sampai Anak dalam Keadaan Perut Kosong

Koentji lain lagi adalah jangan sampai membiarkan anak-anak dalam keadaan perut kosong, kecuali anaknya sudah terbiasa berpuasa ya. Tetapi ya, sebetulnya kan ada keringanan puasa bagi orang yang sedang melakukan perjalanan.

Saat perut kosong, biasanya anak-anak akan mudah terkena masuk angin.

Terlebih, kalau masuk angin maka ujung-ujungnya adalah mabuk perjalanan.


3| Berikan Cemilan Favorit Anak-Anak

Memori lagi buat kami adalah kami selalu dibelikan minuman kotak. Bisa teh kotak, susu UHT, juga kacang hijau kotak. Tetapi mungkin ini hanya sebagai sugesti anak-anak ya.

Tetapi sekarang, saya juga selalu berupaya menyediakan cemilan untuk anak-anak saat kami harus melakukan perjalanan jauh. Cemilan membuat anak sibuk mengunyah dan juga membuat perutnya tidak kosong.


4| Minum Obat Mabuk sebelum Memulai Perjalanan dan Sedia Obat selama Perjalanan

Sehari sebelum berangkat, biasanya orang jadi susah tidur. Sebagian karena terlalu happy karena mau melakukan perjalanan ataupun mau pulang ke kampung halaman. Padahal, sebelum melakukan perjalanan jauh, penting untuk menjaga stamina.

Oleh karena itu, semalam sebelum melakukan perjalanan, kami meminum obat anti mabuk terlebih dahulu. Aneh? Nggak sebenarnya, karena fungsi obat anti mabuk kan membuat mengantuk. Sehingga sehari sebelum melakukan perjalanan juga diusahakan untuk minum obat anti mabuk.

Intinya adalah memang kita harus beristirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan jauh.


5| Tidak Main HP selama Perjalanan

Saya sudah sering mewanti-wanti anak-anak agar tidak bermain HP saat kendaraan sedang melaju. Bermain HP akan membuat kepala pusing dan berkunang-kunang. Kalau sudah terjadi, biasanya anak-anak akan jadi mabuk darat.

mudik asyik naik bus bersama bocil


Demikianlah 5 tips mudik asyik bersama anak-anak naik bus. Tentunya selama perjalanan jangan sampai lupa untuk selalu berdoa, supaya bisa pulang dan balik dalam keadaan sehat, selamat dan bahagia.

Selamat bermudik bagi yang bermudik, selamat jalan-jalan juga bagi yang tidak mudik, dan selamat rebahan buat yang tidak mudik dan tidak jalan-jalan juga. Sampai jumpa di postingan lainnya. Bye-bye..

1 komentar

  1. Mudik pakai bus, aku sendiri belum pernah sih mba. Anak2 juga belum. Alasanku Krn mereka mabok darat. Pake mobil pribadi aja mabok, apalagi bus 😅. Itu kenapa aku ga pernah pilih moda transportasi yg 1 itu.

    Tapi makin gede, mabok daratnya berkurang sih. Cuma ttp aja kalo jalanan macet , bikin banyak ngerem, mabok juga mereka hahahaha. Jadi Antimo wajib sih. Biar pada tidur di jalan.

    BalasHapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁