Drama Korea dan aku, sepertinya sekarang ini sudah hampir bagaikan belahan jiwa. Mungkin, jika bukan karena KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional) yang memaksa anggotanya untuk rajin update tulisan, semua drama yang aku tonton hanya sekedar mampir di ingatan.
Bagaimanapun, blog adalah tempat yang pas buat menuangkan ide dan mencatat sejarah kan? Selain journal book pastinya.
Tapi, harus aku akui, bahwa untuk menuliskan drama yang ditonton itu luar biasa effortnya. Sebab, kadang saking menikmati jalan ceritanya, tahu-tahu udah hampir episode akhir dan sering lupa untuk menuliskan reviewnya di blog.
 |
| Image by Alina Kuptsova from Pixabay |
Padahal, jaman tahun 2016, saat masih rajinnya ngasih spoiler di blog dan sekarang membaca ulang reviewnya, tentu saja ingatan saat menonton drama itu beserta alurnya jadi seperti terputar kembali di ingatan.
Mungkin, bagi yang belum begitu mengenal aku, pasti bertanya-tanya, apa istimewanya drama Korea? Tidak sedikit yang mencerca juga, "Tontonan kurang berfaedah. Aku tidak suka lihat aktor Korea soalnya wajahnya sama semua, kurang lakik, kurang macho."
Alhamdulillah.. mungkin para PD-nim mendengarkan curahan hati para juliders, sehingga sekarang kita jadi bisa menikmati pemandangan six pack para oppa #eh.
Sekarang aku kasih tahu ya, semua hal itu pasti ada sisi negatif dan positifnya.
Ibarat gelas yang diisi air, pendapat kita ada dua macam antara setengah isi atau setengah kosong. Padahal sama kan? Tapi tergantung perspektif kita mengamati benda tersebut. Belum tentu juga yang menjawab setengah kosong njuk pikirannya negatif, tapi biasanya rata-rata suka negative thinking sih? wkwkwk.