Selamat Hari Guru Nasional..
Dahulu sekali, banyak yang menyarankan pada saya agar saya menjadi guru saja. Ah jaman kecil dahulu saya memang suka sekali bermain menjadi guru-guruan. Tentu saja saya yang menjadi guru. Menyenangkan sekali, berdiri di depan papan tulis sambil memegang penggaris. Lalu bercerita di depan teman-teman yang saat itu menjadi murid. Rasa-rasanya wajahku yang kalem ini cocok menjadi guru meskipun aslinya galaknya minta ampun, pasti nggak percaya kan kalau aku galak? Cobain gih tanya sama mas suamiku. Hahahha.
Dahulu sekali, banyak yang menyarankan pada saya agar saya menjadi guru saja. Ah jaman kecil dahulu saya memang suka sekali bermain menjadi guru-guruan. Tentu saja saya yang menjadi guru. Menyenangkan sekali, berdiri di depan papan tulis sambil memegang penggaris. Lalu bercerita di depan teman-teman yang saat itu menjadi murid. Rasa-rasanya wajahku yang kalem ini cocok menjadi guru meskipun aslinya galaknya minta ampun, pasti nggak percaya kan kalau aku galak? Cobain gih tanya sama mas suamiku. Hahahha.
Beriring waktu, sedikit demi sedikit saya semakin asyik dengan duniaku sendiri, terutama utak-atik matematika. Bila berhasil menemukan sang x hidup ini terasa sangat bahagia.. la..la..la..
Itulah simpelnya matematika, cukup dengan menemukan x maka dirimu akan menjadi sepintar Galileo. Rasanya saja tapi, kalau aslinya ya tergantung aslinya juga.
Semakin mencintai matematika, saya lupa rasanya menyenangkannya membayangkan menjadi guru. Tiba-tiba saat SMA saya tak lagi ingin menjadi guru. Setiap ditanya sama tetangga, "Mbak Tyas besok ambil pendidikan matematika saja, jadi guru biar bisa pulang gasik, nemenin anak di rumah." Ah tidak, cita-cita saya tidak sesimpel itu. Saya ingin memecahkan masalah yang lebih besar daripada hanya menjadi guru. Iya sebegitu sombongnya saya sampai akhirnya saya benar-benar mengambil jurusan matematika. Hanya matematika murni.
Hingga kuliah yang kudapatkan rasanya tidak semenyenangkan jaman dahulu saat masih suka mengutak-atik rumus matematika. Gawat, sepertinya saya jalah jurusan. Zonk.
Meskipun saya merasa salah jurusan, tapi saya punya tanggung jawab terhadap orang tua. Saya harus lulus dari jurusan ini, urusan besok mau kerja apa masa bodo teuing.
Tiba-tiba saya kembali menemukan ingatan saya tentang menjadi guru, lebih tepatnya seandainya jadi guru matematika mungkin sedikit meningkatkan kecintaanku pada matematika. Bukan.. bukan karena sang mantan akhirnya menikah sama dosen matematika terus rasa kecintaan pada matematika terus berkurang, bukan.. Hanya saja saya mungkin lebih cocok menjadi guru seni tata busana. Ini apa lagi coba.
Banyak teman-teman saya memutuskan pindah menjadi guru, rata-rata pada mengambil double degree atau mengambil kuliah akta IV tapi sepertinya sekarang sudah tidak berlaku lagi ya. Jadi memang rata-rata teman saya adalah guru, ditambah pergaulan saya di kost juga di kampus kebanyakan anak pendidikan. Jadi gitu deh, and you know what.. Jaman dulu saya ini memang suka tepe-tepe siapa tahu ada yang nyangkut sama kelas sebelah walaupun sampai lulus juga tetap zonk. hahaha. Jadi ya mungkin itu ya, nilaiku nggak bisa cumlaude karena saya dulu terlalu banyak bergaul sama sana-sini tapi nggak ada yang dekat sekalipun. Jadi kenalnya ya insya Allah merata tapi ya semua biasa aja gitu.
Begitu lepas dari dunia perkuliahan, saya rasanya seperti dilempar ombak. Dunia ini sangat luas, dan ternyata duniaku dulu itu memang cupet banget. Sayapun semakin sadar, anak lulusan matematika entah itu matematika sendiri ataupun pendidikan matematika ternyata jumlahnya tidak ada 50% dari jurusan yang diminati di masyarakat, karena tetap kalah sama anak Ekonomi.
Begitu tahu dan mengenal dunia perbloggingan, saya kembali terkesima.. Melihat almameter dari para suhu bloger. Semua jurusan ada, tetapi begitu mendengar ada lulusan matematika juga, "wow mbak ini lulusan matematika juga".
Di grup arisan link yang saya ikuti, bukan cuma saya yang mutan orang matematika, tapi ada juga Mbak Anis Khoir dan Mbak Yurmawita Ardismal. Semoga tidak salah eja ya. Tetapi yang membedakan Mbak Yurma dan kami berdua adalah Mbak Yurma ini benar-benar cinta mati sama matematika. Jika tidak cinta tidak mungkin meneruskan kuliah sampai S2. Yes, gengs.. Mbak Yurma ini belakangan sedang menyusun thesis. Wah sudah mau wisuda aja mbak..
PNS yang sekarang mengajar di sebuah madrasah di Bengkulu ini juga semakin rajin mengisi blognya di Yurmawita's Blog terhitung kini jumlah postingannya dalam sebulan bisa mencapai 16 tulisan. Tetapi kayaknya 3 bulan terakhir hari-harinya masih disibukkan dengan thesis.
Saking cintanya pada dunia pendidikan dan juga pada matematika, dibuatlah blog khusus sama Mbak Yurma yang membahas tentang matematika berupa soal dan lain-lain di blog Karya Guru, dan blog khusus tentang studinya yang mengambil pasca sarjana pendidikan matematika juga di Pahala Guru.
Jika dilihat dari blognya Mbak Yurma yang utama, sepertinya hobinya adalah travelling dan memasak. Sedangkan untuk curhat ditaruh di bagian mana ya? Aku penasaran. Sungguh mati aku penasaran.. sampai mati pun akan ku perjuangkan..
Stop Ran!
Latar belakang pink mendominasi blognya Mbak Yurma.. Ditambah blognya sudah responsif lagi. Aman deh ya Mbak kalau mau dibuka dari manapun.
Ada kesamaan lagi nih mbak antara kita berdua, yaitu spamscorenya ada 3. Hihihi.. Tapi kasusnya beda mbak.. Punya Mbak Yurma kayaknya ini ya masalahnya.
1| Large site with few link
2| Large number of external link
3| External link in navigation
Terus cara mengatasinya bagaimana? Maaf Mbak Yurma, kode kriptografi ini harus mbok pecahkan dhewe ya. Hahhahaha.. soalnya aku juga kurang paham :p
Mbak Yurmawita ini bisa kalian temui di socmednya yaitu FB : Yurmawita Adismal, twitter dan instagram dengan akun yang sama @yurmawita
Eh iya, jangan lupa ikutan mini giveaway di blog ini ya.. Besok terakhir lho. Kami tunggu pantunnya :)
Salam sayang.






problem spam-nya sama deh dengan aku. Ngatasinnya sebulan nggak kelar-kelar. lelah hayati dik.
BalasHapusPunyaku juga udah sebulan masih sama masalahnya padahal sudah dibenahi kemarin-kemarin
HapusAku juga udah berusaha membenahi..tapi belum berhasil. :(
Hapusaku belum cek cek lagi spam sama broken link duuh
BalasHapusIdem.. Tapi kalau kamu kan memang blogger ngehits jadi banyak yang komen 😀
HapusRaniiiii....dirimuuuhh itu yaa, aku SUKAAAA...pake banget banget, dirimu membuatku terharu, sampai mentok air mataku heh..andai dekatt aku mau towel towel pipimu itu.
BalasHapusDari mana kamu bisa cek kesalahan spam score itu? Hayooo tanggung jawab gimana caranya melangsingkannya?
Eh kamu kok bisa bisanya ngomongin aku sibuk dengan tesis? Lah buktinya disini aku santai santai senyum senyum dewe #ngadepinvalidasiinstrumen haha...
Hahahaha padahal awalnya aku takut karena tulisan geje ini 🙈 kerjanya cuma curhat aja..
HapusSpam score besok coba ditanyakan pas hari Kamis di thread BP mbak
Aaaa mb wita, aku suka banget ama bliau, ramah en ngemong banget, terlihat caranya pas berinteraksi walau kita blom ketemu di dunia nyata hihi
BalasHapusBlog mb wita yang pasti ada beberapa artikel tutorial yg aku pelajarin juga, nambah ilmu tentang web
Iya, mungkin kalau ketemu kita bakal tambah seneng sama Mbak Wita ya
HapusYurma emang ketce, Bu Guru yang juga pandai menulis :D Persamaan antara aku dan Yurma, sama2 tinggal di Bengkulu
BalasHapusWah Mbak Milda juga Blogger Bengkulu ya
HapusKeluargaku juga keluarga guru mbak.. Bapakku ngajar dari tahun 1967 sampe sekarang malahan.. Tapi aku ga berani jadi guru, ngeliat bapakku jadi takut sendiri... Bapakku itu sabar dan sampe sekarang masih rajin belajar hehehe... Takut juga kalo nantinya malah pilih Kasih sama anak orang wkwkwk alesan.
BalasHapusSalut buat mba Yurma jadi guru jaman sekarang itu sibuk banget kan, musti banyak yang dikerjain, masih kuliah juga... Eh masih sempat2 nya ngeblog... Jwempol pokoe...
Iya energinya berlimpah ya Mbak Yurma..
HapusKenapa kalian ngga bikin bimbel matematika online aja? Hahaha.. Bertiga jadi bloggerMath.. :v
BalasHapusAku termasuk fans nya mbak Yurma, dan memiliki salah satu buku antologinua #edisipamer.
BalasHapusMeski status yang disandang seabrek, ya IRT, guru, mahasiswa tapi masih bs menjalankan hobinya sebagai penulis
Share tips2 mengajat matematika dasar untuk anak mbak. Saya kadang stres ngajarin anak matematika hehe
BalasHapussungguh aku juga penasaran, di sebelah mana bagian curhatnya? Jangan stop dek Ran... Mari sama2 kita berjuang nanya ke jeung Yurmawita :)
BalasHapusWuahhh, selalu salut dgn profesi guru. Baru tau ini aku hahahaa ke mana ajaaaa coba.
BalasHapusYa ampuuun spamscore pun sampe tau, bener2 detail reviewnya hahaha ;)
BalasHapusBtw, Matematika oh Matematika....hihihi
Sebulan bisa 16 pos bnyak juga ya, bisa dibilang produktif
BalasHapus