Alisha Belajar Membaca tanpa Mengeja

Di masa jigeum, belajar membaca nggak lagi mengeja. Melainkan seperti belajar membaca huruf hijaiyah. Apakah cara ini lebih efektif dibandingkan dengan cara mengeja?

❤❤❤


Assalamu alaikum Sahabat Ran.

Entah mengapa, saya jadi teringat nasihat dari sahabat Nabi, Sayidina Ali bin Abi Thalib, “Didiklah anak sesuai dengan zamannya karena mereka hidup pada zamannya bukan pada zamanmu.”

Tetapi, apakah belajar membaca tanpa mengeja akan lebih efektif dibandingkan dengan mereka yang belajar membaca dengan mengeja?

Sebenarnya, ini juga masih dalam pemikiran saya sebagai orang tua yang lahir dari generasi belajar membaca dengan mengeja. Sebab, terkadang dengan mengeja, anak lebih mudah dalam pengucapannya. Akan tetapi, kelemahannya memang anak harus menghapalkan huruf.

Apakah dengan belajar membaca tanpa mengeja berarti tidak menghapalkan huruf?

Bisa iya, bisa tidak.

Contohnya, untuk menghapalkan huruf B, anak dikenalkan pada gambar BADUT, maka menjadi Ba, Bi, Bu, Be, Bo.

belajar membaca tanpa mengeja


Anak-anak, terutama anak yang memiliki gaya belajar visual akan lebih mudah menerima gambar badut dibandingkan disodorkan huruf B, misalnya. Tentu saja ini akan menjadi keuntungan tersendiri.

Pun, sebenarnya, dibandingkan dengan huruf, anak-anak lebih diharapkan dapat menghapalkan suku katanya. Seperti ba, bi, bu, be, bo. Jadi kalau boleh dibilang, belajar membaca tanpa mengeja adalah belajar membaca dengan menghapalkan suku kata, bukan huruf. Tentu saja, kesemuanya harus dilakukan secara interaktif dan konsisten.


Belajar Membaca tanpa Mengeja bisa dilakukan dengan Cara Berikut ya.


1| Mengenalkan Fonik (Bunyi Huruf ) dari Kata dan Suku Kata

Kapan hari itu, aku pernah membeli buku belajar membaca tanpa mengeja. Setiap huruf dan setiap suku kata diberikan gambar, sehingga tugas kita sebagai orang tua adalah mengajarkan fonik kepada anak kita.

Tapi memang lebih mudah kalau mengajarkan pakai cara no 2 ya.


2| Mengenalkan Fonik dari Lagu

Alisha belajar fonik dari sebuah lagu, seperti lagu berikut..

A.. a .. a.. aku makan apel

I.. i.. i.. aku makan roti

U.. u.. u.. aku makan tahu

O.. o.. o.. aku makan soto

Selain itu, ada juga lagu fonik yang sangat populer,

A untuk apel.. a.. a.. a..

B untuk badut.. ba ba ba..

C untuk ceri.. ce.. ce.. ce..

dst..


3| Belajar Melalui Game

Alisha suka diberikan permainan bersama Miss Sherly (guru les membacanya) sebuah permainan yang mengasah belajar membacanya.

Jika Anda tertarik, Anda bisa mencarinya di laman simbah Google ya.

4| Menggunakan Gambar yang Menarik Perhatian Anak

Seperti gambar badut di atas, kita juga bisa menerapkan gambar-gambar yang disukai anak-anak. Gambar ini bisa kita print sendiri sebagai flash card, atau bisa juga diprint dijadikan sebuah lembaran buku.


Sebenarnya kunci dari keberhasilan membaca anak-anak adalah konsistensi orang tua dalam mengajari dan tentu saja kesabaran! Anak sulung saya belajar membaca kilat bersama mamanya sendiri, sementara anak kedua malah akhirnya dileskan membaca. Mengapa anak TK harus les membaca segala sih? Kayaknya next post seru nih ya kalau membahas hal tersebut.


Adios,, sampai jumpa di postingan selanjutnya ya!


2 komentar

  1. Kalo aku dulu ngajarin mereka pakai mengeja mba, jadi ga terlalu tau cara tanpa mengeja apa lebih cepat dan efektif.

    Cumaaa nih, pas belajar ngaji, mereka aku ajarin tanpa mengeja, jadi langsung pake tanda bacanya. Tapi kalo aku liat, kekurangannya, pas tanda baca diilangin, pada bingung anaknya itu hurup apa 🤣🤣. Jadi mereka nyebut hurup Alif, ya A, I, U, sesuai tanda bacanya. Puyeng memang ngajarinnya, aku pun prefer cari guru. Ditambah akunya ga sabaran dalam ngajarin 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya semua ada kekurangnnya masing-masing ya Mbak.. Ada yg bilang belajar membaca tanpa mengeja kelemahannya juga jadi tidak hapal huruf.

      Hapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Demi bisa berkomentarlah secara ksatria, silakan berkomentar menggunakan akun Google ya 😁😁😁